IMPLIKASI PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN DI FAKULTAS
ILMU SOSIAL UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
Bella Nadya
Rosaliawati
Maulana Amirul
Adha
Dahma Bagus
Widodo
Nova Syafira
Ariyanti
Dyah Nur
Septiana
Dyah Ayu
Ningsih
Bayu Pramudya
Abstrak: Fokus
utama penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa tentang implikasi
pendidikan terhadap pembangunan indonesia di Fakultas ilmu sosial universitas
negeri malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa
angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan adalah hal utama dari
pembangunan, karena pembangunan membutuhkan ahli pendidikan. Penerapan
disiplin ilmu dalam kehidupan nyata juga menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh
terhadap pembangunan. Sisi lain pendidikan di Indonesia belum merata dan banyak
mengalami perubahan kurikulum. Pendidikan berfungsi untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di Indonesia, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang
produktif, efisien, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu
bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam kehidupan global ini.
Kata
Kunci: Mahasiswa,
Pendidikan, Pembangunan
Pendidikan merupakan
salah satu faktor penting dalam meningkatkan pembangunan di Indonesia.
Pendidikan yang baik akan menghasilkan pembangunan negara yang baik juga.
Indonesia merupakan salah satu negara yang masih mempunyai masalah dalam bidang
pendidikan.
Dewasa ini, pendidikan di Indonesia masih perlu perbaikan di beberapa sektor. Hal inilah yang membuat Indonesia mengalami kendala sumber daya manusia yang menyebabkan pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.Salah satu masalah yang ada yaitu kurangnya pemerataan pendidikan. Layanan pendidikan pada usia dini masih terbatas, sehingga kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
Dewasa ini, pendidikan di Indonesia masih perlu perbaikan di beberapa sektor. Hal inilah yang membuat Indonesia mengalami kendala sumber daya manusia yang menyebabkan pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.Salah satu masalah yang ada yaitu kurangnya pemerataan pendidikan. Layanan pendidikan pada usia dini masih terbatas, sehingga kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
Pembangunan
merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan
masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, kultural, dan politik, dengan
tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan.
Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan, namun sampai sejauh ini belum menampakkan hasil yang
terlalu memuaskan. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan
peserta didik untuk mampu bekerja pada satu jenis bidang yang relevan.
Melainkan, pendidikan harus dapat mempersiapkan peserta didik untuk mampu
memasuki berbagai bidang kerja. Tantangan utama dunia pendidikan Indonesia
adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Orientasi pendidikan
Indonesia selama ini cenderung memperlakukan peserta didik berstatus sebagai
obyek atau klien, guru berfungsi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan,
materi bersifat subject oriented, manajemen bersifat sentralistis. Proses
belajar mengajar didominasi dengan tuntutan untuk menghafalkan dan menguasai
pelajaran sebanyak mungkin guna menghadapi ujian atau test, di mana pada
kesempatan tersebut anak didik harus mengeluarkan apa yang telah dihafalkan. Akibat
dari praktek pendidikan semacam itu munculah berbagai kesenjangan. Praktek
pendidikan sering mengalami perubahan kurikulum. Ditambah lagi, banyak guru
yang tidak mampu mengaitkan mata pelajaran yang diajarkan dengan fenomena sosial
yang dihadapi masyarakat. Saat proses pembangunan perlu diketahui persepsi
mahasiswa tentang pengaruh pendidikan terhadap pembangunan, keadaan nyata
implikasi tentang pengaruh pendidikan terhadap pembangunan. Manfaat penelitian
ini bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin pendidikan memperoleh pengalaman akan
pengalaman baru tentang observasi dan menambah wawasan terkait dengan implikasi
tentang pendidikan terhadap pembangunan. Bagi peneliti selanjutnya membantu
peneliti selanjutnya menambah wawasannya terkait dengan implikasi tentang
pendidikan terhadap pembangunan.
Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan
metode deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, digunakan satu teknik
pengumpulan data yaitu instrumen yang berupa angket, digunakan untuk
mengumpulkan data tentang implikasi mahasiswa pendidikan terhadap pembangunan. Populasi
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UM. Analisis data
menggunakan presentase tiap-tiap kategori. Perhitungan data menggunakan
statistik inverensial. Secara umum karakteristik dari subyek populasi yang ada
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mahasiswa tahun angkatan 2012,
2013, 2014, dan 2015 yang terdaftar sebagai mahasiswa FIS UM, (2) mahasiswa
mengetahui pentingnya pendidikan terhadap pembangunan. Jumlah sampel adalah 130
mahasiswa, menggunakan teknik sampling secara probabilitas yang artinya semua
populasi diberikan kesempatan untuk menjadi sampel. Variabel penelitian ini
adalah implikasi pendidikan terhadap pembangunan. Instrumen penelitian ini
menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis statistik dengan
langkah-langkah sebagai berikut: (1) menentukan interval, (2) menentukan
presentase, dan (3) menentukan frekuensi.
HASIL
No.
|
Keterangan
|
Range
|
Frekuensi
|
(%)
|
1
|
Sangat Tidak Setuju (STS)
|
15-30
|
0
|
0
|
2
|
Tidak Setuju (TS)
|
31-46
|
52
|
40
|
3
|
Setuju (S)
|
47-62
|
56
|
43
|
4
|
Sangat Setuju (SS)
|
63-78
|
22
|
17
|
Jumlah
|
130
|
100%
|
||
Tabel 1.1 Hasil Penelitian implikasi Pendidikan terhadap
Pembangunan
Berdasarkan penelitian yang berdasar sampel acak di
Fakultas Ilmu Sosial UM tentang sikap mahasiswa mengenai implikasi pendidikan
terhadap pembangunan. Didapatkan data yang menyatakan bahwa 40% mahasiswa masih
tidak setuju jika dikatakan pendidikan sudah berperan dalam pembangunan. 43% mahasiswa
setuju, 17% sangat setuju, tidak ada yang sangat tidak setuju jika dikatakan
pendidikan mempengaruhi pembangunan. Sedangkan skor rata-rata adalah 51,8 yang
berada pada range setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap
mahasiswa jika dikatakan pendidikan mempengaruhi pembangunan adalah setuju.
No.
|
Keterangan
|
Range
|
Frekuensi
|
(%)
|
1
|
Sangat Tidak Setuju (STS)
|
8-16
|
4
|
3
|
2
|
Tidak Setuju (TS)
|
17-25
|
55
|
42
|
3
|
Setuju (S)
|
26-34
|
69
|
53
|
4
|
Sangat Setuju (SS)
|
35-43
|
2
|
2
|
Jumlah
|
130
|
100%
|
||
Tabel 2.
Hasil Penelitian Implikasi
Pembangunan terhadap
Pendidikan
Berdasarkan penelitian yang berdasar sampel acak di
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang tentang sikap mahasiswa mengenai implikasi
pembangunan terhadap pendidikan. Dari hasil penelitian pada
tabel tersebut ditemukan 3% mahasiswa sangat tidak setuju jika dinyatakan
pembangunan berperan terhadap pendidikan, 42 % mahasiswa tidak setuju, 53 %
setuju, dan 2 % sangat setuju. Sedangkan
skor rata-rata adalah 25,5 yang berada pada range tidak setuju. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa jika dikatakan pembangunan mempengaruhi
pendidikan adalah tidak setuju.
PEMBAHASAN
Temuan
penelitian yang menemukan bahwa rata-rata responden mempersepsi variabel
pendidikan berpengaruh pada pembangunan berada pada kategori setuju, hal ini
berarti proses pendidikan yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial UM
dipersepsi mahasiswanya cukup mempengaruhi program pembagunan yang dilaksanakan
oleh pemerintah. Hasil di atas memperlihatkan
adanya hubungan yang ajeg dan positif antara tingkat pendidikan dengan tingkat pembangunan nasional,
dalam arti makin tinggi tingkat
pendidikan makin tinggi pula tingkat
pembangunan
nasional. Awal dari pembangunan adalah membangun
karakter sumber daya manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh
pendidikan menjadi sumber daya pembangunan. Pembangunan yang dimaksud baik yang
bersasaran lingkungan fisik maupun yang bersasaran lingkungan sosial yaitu diri
manusia itu sendiri. Di atas telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan
dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan dan menjadi
titik sentral pembangunan. Manusia yang berkualitas memiliki keseimbangan
antara tiga aspek yang ada padanya, yaitu aspek pribadi sebagai individu, aspek
sosial dan aspek kebangsaan (Aldilla).
Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nonfisik, dengan
potensi-potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur.
Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kesetiakawanan sosial, tanggung jawab
dan disiplin. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta
tanah air, jiwa patriotik dan berwawasan masa depan. Berorientasi pada
peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut, maka peranan pendidikan dalam
pembangunan dapat dirumuskan, untuk meningkatkan manusia sebagai makhluk
individu yang berpotensi fisik dan nonfisik, melaksanakan dengan pemberian
pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap.
Implikasi mahasiswa
tentang pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari respon mereka
mengenai kemiskinan yang merupakan faktor pembangunan dan berdampak bagi
pembangunan. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan (Saripudin) bahwa
pembangunan itu dipengaruhi oleh pembangunan ekonomi yang mana pembangunan
ekonomi itu berdasarkan pendidikan. Selanjutnya, menurut mahasiswa tentang
generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu bekerja sama secara global
merupakan salah satu bentuk implikasi mahasiswa terhadap pembangunan terdapat
persamaan dengan apa yang dikemukakan (Saripudin) yakni, untuk mempersiapkan pemuda pemudi
untuk mengisi lapangan kerja produktif. Secara teoritik, pendidikan sekarang
mempengaruhi pembangunan kelak terutama dalam bidang pekerjaan. Tujuan pendidikan
sekarang pun agar peserta didik mampu mengahadapi permasalahan yang ada dan
nantinya mereka untuk memecahkan masalah bisa mengambil keputusan.
KESIMPULAN
Pendidikan dan pembanguan erat kaitannya dengan
upaya pembangunan manusia. Upaya-upaya pembangunan dibidang pendidikan pada
dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri. Karena itu, manajemen pendidikan harus
didesain dan dilaksanakan secara terpadu, serta diarahkan pada peningkatan
akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, dengan mengutamakan mutu,
efektivitas dan efisiensi. Peranan pendidikan
dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut: dalam meningkatkan manusia
sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nonfisik, dilaksanakan
dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap.
Pendidikan
mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumber daya
pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Institusi memegang kunci
dalam proses kemajuan bangsa. Kualitas institusi pendidikan merupakan penentu
utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, upaya pembangunan bangsa semestinya
memberikan prioritas tertinggi pada pembangunan institusi. Kualitas kinerja
institusi pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia-manusia yang melaksanakan
fungsi institusi tersebut. Karena, makin tinggi tingkat pendidikan makin tinggi
pula tingkat pembagunan nasional.
DAFTAR RUJUKAN
Pengaruh
Pendidikan terhadap Pembangunan, (Online), (http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/viewFile/8686/8250), diakses 30 November 2015.
Pengaruh Pendidikan terhadap Pembangunan Negara, (Online) ,(http://aldillaa08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/pengaruh-pendidikan-terhadap-pembangunan-negara/), diakses 1 Desember
2015.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar