Rabu, 09 Maret 2016

ARTIKEL PENELITIAN PEMBANGUNAN DI FIS UM



IMPLIKASI  PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Bella Nadya Rosaliawati
Maulana Amirul Adha
Dahma Bagus Widodo
Nova Syafira Ariyanti
Dyah Nur Septiana
Dyah Ayu Ningsih
Bayu Pramudya
Abstrak: Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa tentang implikasi pendidikan terhadap pembangunan indonesia di Fakultas ilmu sosial universitas negeri malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan adalah hal utama dari pembangunan, karena pembangunan membutuhkan ahli pendidikan. Penerapan disiplin ilmu dalam kehidupan nyata juga menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap pembangunan. Sisi lain pendidikan di Indonesia belum merata dan banyak mengalami perubahan kurikulum. Pendidikan berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif, efisien, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam kehidupan global ini.
Kata Kunci: Mahasiswa, Pendidikan, Pembangunan


Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pembangunan di Indonesia. Pendidikan yang baik akan menghasilkan pembangunan negara yang baik juga. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih mempunyai masalah dalam bidang pendidikan.
Dewasa ini, pendidikan di Indonesia masih perlu perbaikan di beberapa sektor. Hal inilah yang membuat Indonesia mengalami kendala sumber daya manusia yang menyebabkan pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.Salah satu masalah yang ada yaitu kurangnya pemerataan pendidikan. Layanan pendidikan pada usia dini masih terbatas, sehingga kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, kultural, dan politik, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun sampai sejauh ini belum menampakkan hasil yang terlalu memuaskan. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk mampu bekerja pada satu jenis bidang yang relevan. Melainkan, pendidikan harus dapat mempersiapkan peserta didik untuk mampu memasuki berbagai bidang kerja. Tantangan utama dunia pendidikan Indonesia adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Orientasi pendidikan Indonesia selama ini cenderung memperlakukan peserta didik berstatus sebagai obyek atau klien, guru berfungsi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan, materi bersifat subject oriented, manajemen bersifat sentralistis. Proses belajar mengajar didominasi dengan tuntutan untuk menghafalkan dan menguasai pelajaran sebanyak mungkin guna menghadapi ujian atau test, di mana pada kesempatan tersebut anak didik harus mengeluarkan apa yang telah dihafalkan. Akibat dari praktek pendidikan semacam itu munculah berbagai kesenjangan. Praktek pendidikan sering mengalami perubahan kurikulum. Ditambah lagi, banyak guru yang tidak mampu mengaitkan mata pelajaran yang diajarkan dengan fenomena sosial yang dihadapi masyarakat. Saat proses pembangunan perlu diketahui persepsi mahasiswa tentang pengaruh pendidikan terhadap pembangunan, keadaan nyata implikasi tentang pengaruh pendidikan terhadap pembangunan. Manfaat penelitian ini bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin pendidikan memperoleh pengalaman akan pengalaman baru tentang observasi dan menambah wawasan terkait dengan implikasi tentang pendidikan terhadap pembangunan. Bagi peneliti selanjutnya membantu peneliti selanjutnya menambah wawasannya terkait dengan implikasi tentang pendidikan terhadap pembangunan.
METODE
Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, digunakan satu teknik pengumpulan data yaitu instrumen yang berupa angket, digunakan untuk mengumpulkan data tentang implikasi mahasiswa pendidikan terhadap pembangunan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UM. Analisis data menggunakan presentase tiap-tiap kategori. Perhitungan data menggunakan statistik inverensial. Secara umum karakteristik dari subyek populasi yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mahasiswa tahun angkatan 2012, 2013, 2014, dan 2015 yang terdaftar sebagai mahasiswa FIS UM, (2) mahasiswa mengetahui pentingnya pendidikan terhadap pembangunan. Jumlah sampel adalah 130 mahasiswa, menggunakan teknik sampling secara probabilitas yang artinya semua populasi diberikan kesempatan untuk menjadi sampel. Variabel penelitian ini adalah implikasi pendidikan terhadap pembangunan. Instrumen penelitian ini menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menentukan interval, (2) menentukan presentase, dan (3) menentukan frekuensi.


HASIL
No.
Keterangan
Range
Frekuensi
(%)
1
Sangat Tidak Setuju (STS)
15-30
0
0
2
Tidak Setuju (TS)
31-46
52
40
3
Setuju (S)
47-62
56
43
4
Sangat Setuju (SS)
63-78
22
17

Jumlah
130
100%







Tabel 1.1 Hasil Penelitian implikasi Pendidikan terhadap Pembangunan
Berdasarkan penelitian yang berdasar sampel acak di Fakultas Ilmu Sosial UM tentang sikap mahasiswa mengenai implikasi pendidikan terhadap pembangunan. Didapatkan data yang menyatakan bahwa 40% mahasiswa masih tidak setuju jika dikatakan pendidikan sudah berperan dalam pembangunan. 43% mahasiswa setuju, 17% sangat setuju, tidak ada yang sangat tidak setuju jika dikatakan pendidikan mempengaruhi pembangunan. Sedangkan skor rata-rata adalah 51,8 yang berada pada range setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa jika dikatakan pendidikan mempengaruhi pembangunan adalah setuju.
No.
Keterangan
Range
Frekuensi
(%)
1
Sangat Tidak Setuju (STS)
8-16
4
3
2
Tidak Setuju (TS)
17-25
55
42
3
Setuju (S)
26-34
69
53
4
Sangat Setuju (SS)
35-43
2
2
Jumlah
130
100%
Tabel 2. Hasil Penelitian Implikasi Pembangunan terhadap Pendidikan
Berdasarkan penelitian yang berdasar sampel acak di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang tentang sikap mahasiswa mengenai implikasi pembangunan terhadap pendidikan. Dari hasil penelitian pada tabel tersebut ditemukan 3% mahasiswa sangat tidak setuju jika dinyatakan pembangunan berperan terhadap pendidikan, 42 % mahasiswa tidak setuju, 53 % setuju, dan 2 % sangat setuju. Sedangkan skor rata-rata adalah 25,5 yang berada pada range tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap mahasiswa jika dikatakan pembangunan mempengaruhi pendidikan adalah tidak setuju.

PEMBAHASAN
Temuan penelitian yang menemukan bahwa rata-rata responden mempersepsi variabel pendidikan berpengaruh pada pembangunan berada pada kategori setuju, hal ini berarti proses pendidikan yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial UM dipersepsi mahasiswanya cukup mempengaruhi program pembagunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Hasil di atas memperlihatkan adanya hubungan yang ajeg dan positif antara tingkat pendidikan dengan tingkat pembangunan nasional, dalam arti makin tinggi tingkat pendidikan makin tinggi pula tingkat pembangunan nasional. Awal dari pembangunan adalah membangun karakter sumber daya manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh pendidikan menjadi sumber daya pembangunan. Pembangunan yang dimaksud baik yang bersasaran lingkungan fisik maupun yang bersasaran lingkungan sosial yaitu diri manusia itu sendiri. Di atas telah diuraikan bahwa pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Manusia yang berkualitas memiliki keseimbangan antara tiga aspek yang ada padanya, yaitu aspek pribadi sebagai individu, aspek sosial dan aspek kebangsaan (Aldilla). Manusia sebagai makhluk individu memiliki potensi fisik dan nonfisik, dengan potensi-potensi tersebut manusia mampu berkarya dan berbudi pekerti luhur. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kesetiakawanan sosial, tanggung jawab dan disiplin. Manusia yang memiliki aspek kebangsaan mernpunyai rasa cinta tanah air, jiwa patriotik dan berwawasan masa depan. Berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia tersebut, maka peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan, untuk meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nonfisik, melaksanakan dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap.
Implikasi mahasiswa tentang pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari respon mereka mengenai kemiskinan yang merupakan faktor pembangunan dan berdampak bagi pembangunan. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan (Saripudin) bahwa pembangunan itu dipengaruhi oleh pembangunan ekonomi yang mana pembangunan ekonomi itu berdasarkan pendidikan. Selanjutnya, menurut mahasiswa tentang generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu bekerja sama secara global merupakan salah satu bentuk implikasi mahasiswa terhadap pembangunan terdapat persamaan dengan apa yang dikemukakan (Saripudin) yakni, untuk mempersiapkan pemuda pemudi untuk mengisi lapangan kerja produktif. Secara teoritik, pendidikan sekarang mempengaruhi pembangunan kelak terutama dalam bidang pekerjaan. Tujuan pendidikan sekarang pun agar peserta didik mampu mengahadapi permasalahan yang ada dan nantinya mereka untuk memecahkan masalah bisa mengambil keputusan.

KESIMPULAN
Pendidikan dan pembanguan erat kaitannya dengan upaya pembangunan manusia. Upaya-upaya pembangunan dibidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri. Karena itu, manajemen pendidikan harus didesain dan dilaksanakan secara terpadu, serta diarahkan pada peningkatan akses pelayanan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, dengan mengutamakan mutu, efektivitas dan efisiensi. Peranan pendidikan dalam pembangunan dapat dirumuskan sebagai berikut: dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nonfisik, dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap.
Pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Institusi memegang kunci dalam proses kemajuan bangsa. Kualitas institusi pendidikan merupakan penentu utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, upaya pembangunan bangsa semestinya memberikan prioritas tertinggi pada pembangunan institusi. Kualitas kinerja institusi pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia-manusia yang melaksanakan fungsi institusi tersebut. Karena, makin tinggi tingkat pendidikan makin tinggi pula tingkat pembagunan nasional.

DAFTAR RUJUKAN
Pengaruh Pendidikan terhadap Pembangunan, (Online), (http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/viewFile/8686/8250), diakses 30 November 2015.

Pengaruh Pendidikan terhadap Pembangunan Negara, (Online) ,(http://aldillaa08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/pengaruh-pendidikan-terhadap-pembangunan-negara/), diakses 1 Desember 2015.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar