Wow, Bocoran Soal!
Oleh: Nova Syafira
Ariyanti
.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .
Hari Rabu pagi,di pojokan kantin, Rahmi,
Rio dan Dina berkumpul di meja paling ujung.Dina terlihat sedang asyik membaca
buku sosiologi, Rahmi seperti biasa sedang memakan semangkuk bakso dengan Rio. Aldi asyik membaca komiknya. Tiba-tiba,terlihat
Sita memasuki kantin dengan langkah tergesa gesa menghampiri ketiga temannya
itu.
“Woi,gue punya berita hebat!”
“Mmm…?” sahut Rahmi dengan mengunyah
bakso.
“Berita apaan?” Rio bertanya dengan
bersemangat.
“Dasar! pagi-pagi begini dah
ngegosip,” kata Dina malas
“Siapa yang ngegosip? Dina-nya aja
denger kata ‘berita’ sedikit,langsung semangat.
Berita
gue lebih penting dari pda gossip.Woi,dengerin doong!”
“Iya … iya … apaan?” Tanya Aldi
“Katanya Arga punya bocoran soal
ujian nanti.Gimana?”
“Gimana apanya?” Tanya Rahmi
“Lo pada mau enggak?”
“Enggak tertarik …” kata-kata Dina
terputus oleh Sita
“Aku gak minat” sahut Rio
“Gue gak nawarin lo kok Din lo juga
rio,” lanjut Sita memotong ucapan mereka
“Mm … asyik ,sih
,kayaknya.Tapi,enggak deh,” Aldi Menolak
“Gue juga enggak deh Sit,kalau ada
jawabannya, sih ,boleh,” tolak Rahmi
“Ah kalian, ya udah kalu emang
enggak mau. Gue sendiri aja, deh.”
“Sit, apa enggak lebih baik
jangan..?” Dina berkomentar
“Lo ngomong, sih,enak. Gue kan
enggak pinter kayak lo, Din. Udah ah,gue mau nyari Arga dulu., kalian jangan
nyesel yah?” Sita lalu berjalan meninggalkan teman-temannya yang sedang saling
bertukar pandangan.
“Gak akaaaaaaan??” teriak Aldi
***
Sita berjalan di sepanjang koridor
sekolah. Pandangannya tertuju ke segala arah untuk mencari Arga, sampai
akhirnya orang yang dicarinya itu terlihat di depan kelasnya.Segera Sita
meghampiri Arga.
“Ga, denger-denger lo punya soal
ujian.Bener?”
“Eh, Sita. Ada apa tiba-tiba nanya
gitu?”
“Kalau lo beneran punya,gue mau
dong…”
“Oo … iya ada. Wani piroooo? “Seratus
ribu buat satu pelajaran, gimana?”
“Hah?! Mahal banget, Ga ….”
“Kalau emang enggak mau , ya, enggak
apa-apa.”
“Eh, tunggu-tunggu … mmm, gue
pikirin dulu, ya.”
“Ya udah, tapi cepet ya … soalnya
enggak gue bikin banyak.”
Sita
pun kembali ke kantin. Teman-temannya masih berkumpul di sana.
“Giamana,Sit? jadi minta soal
ujiannya?” Tanya Rahmi sambil sedikit menahan tawa
“Enggak tau deh, mahal
banget.Seratus ribu per pelajaran, gila aja?”
“Daripada untuk bocoran soal,
medingan buat makan Sit,” kata Dina.
“Kalo dibuat beli kerupuk juga dapat
se-mobil? Hahahaha” Sahut Rio
“Bener Sit, enggak ada gunanya lo
ngambil bocoran soal itu? Mending belajar aja?” tambah Rahmi.
“Enggak tau deh, masih bingung
akunya? Udah deh yaa aku balik ke kelas dulu” kata Sita sambil pergi
meninggalkan kantin Karena bel masuk berbunyi. Hari ini, Sita lewatkan di
pikirannya memikirkan bocoran soal itu.
***
Sore hari, di kamar Sita.Buku
pelajaran dan bahan untuk belajar itu bertebaran di atas kasur.Tapi, Sita bukan
belajar.Sita hanya duduk di pinggir sambil memikirkan tawaran untuk mengambil
bocoran soal itu.Sebagian dari pikirannya memutuskan untuk mengambilnya,dia
juga ragu-ragu. “Ambil gak yaah? Kalau diambil hasil pasti bagus tapi kalau mendengar reaksi teman-temannya di
sekolah.Gimana ya? Ambil, enggak, ambil, enggak, amb … aduuuuh, binguuuuuung!
Sita berpikir dengan pikirannya sendiri.
“Gimana, ya, enaknya … ambil jangan?
Kalu di ambil, nilai gue pasti bagus.Tetapi, nanti anak-anak pada marah. Ah,
kalau pada marah masih bisa gue balikin, sementara nilai gue enggak bisa di
apa-apain lagi soal yang Arga punya kan belum tentu asli. Kalau nanti gue
ditipu gimana? Sampai beneran gue ditipu kan repot, melayang nilai juga enggak
dapet.Mmm gimana, ya? Apa enggak usah aja?”
Sita pun mengambil telepon yang
terletak di samping tempat tidurnya, lalu menekan nomor telepon Dina .Setelah beberapa kali terdengar nada sambung,telefon
diangkat dan terdengarlah suara Dina.
“Halo, ada apa sita? Tumben nih
telpon?”
“hmmmm.. anu.. soal bocoran tadi,
din?”
“hah? Lo jadi ambil sit?”
“nah, aku masih bingung ini?”
“mending gausah laah? Kan belum tentu
asli juga?”
“iya juga siih? Yaudahlah.. aku
telpon Arga dulu”
“oke deh, byee” kata Dina sambil
menutup telpon
Sita
pun bergegas menelepon Arga, lalu menenekan nomor telepon Arga.Setelah beberapa kali terdengar nada sambung,telefon
diangkat dan terdengarlah suara Arga.
“Halooo? Siapa yah?”
“Ga, ini gue Sita. Soal yang tadi itu
enggak jadi ambil deh.”
“Beneran lo enggak mau? Masih ada
lagi nih, ada Fisika, Matematika, Kimia, Biologi sama Bahasa,” Arga kembali menawarkan
soal itu.
“Enggak deh Ga, maaf ya.”
“Ya udah, tapi nanti jangan nyesel”
“Iya. Makasih ya, Ga.” Sita menutup
telepon
Walaupun sudah memutuskan tidak
Menerima tawaran itu, tetap saja memikirkan seandainya ia Menerima.Gimana
enggak? Dengan memiliki ujian yang akan
keluar itu, dapat dibayangkan nilainya akan sangat baik.Tapi, kalu mengeluarkan
uang sebanyak itu dan telah lagi mengecewakan teman-temannya lebih baik ia
tidak mendapat nilai bagus.Sita membanting dirinya ke atas tempat tidurnya sambil
mengambil buku Fisika dan mulai membukanya.
“Tapi, asyik juga ya kalau bisa
dapet bocoran itu, hehe.”
***
Hari-hari ujian selesai sudah. Sita
dan kawannya, seperti biasa berkumpul di pojokan kantin. Saat-saat seperti
inilah yang paling membuat Sita semangat pergi ke sekolah. Seandainya waktu itu
ia Menerima tawaran Arga dan mengambil bocoran soal itu, mungkin ia akan
menikmati nilai bagunsya, tetapi tanpa teman-temanya. Sita membuka pembicaraan.
“Akhirnya, ujian beres juga. Lewat
juga hari-hari enggak bisa Online”
“Emang selama ujian lo enggak
Online,Sit?” Tanya Dina
“Enggak dong … kenapa?Enggak
percaya?”
“Diragukan, tapi kalau liat ekspresi
lo selama ujian,gue percaya.” Sahut Rahmi
“Emang ekspresi gue kayak gimana?”
“Ekspresi lo kayak monyet
joget-joget kayak boyband! Hahahah” sahut Rio
“hahahahaha.. bisa aja kamu” jawab
Aldi
“Lo pernah liat Rahmi waktu komiknya
hilang? Nah, kayak gitu ekspresi lo!” Rahmi menjawab
“Hehe, yang udah biarin udahlah,
yang penting sekarang bebaaaas!”
“Beneeerr, aku mau nyari komik lagi
nih? Rio ntar temenin aku yah?”
“Okee Coy!”
“Oh iya Sit, lo enggak jad ngambil
bocoran soal kan?” Tanya Uti
“Enggak jadi, kenapa?”
“Bagus,
deh!kemarin gue denger,soal yan dari Arga itu palsu.”
“Hah? Palsu Gimana?”
. . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . .
Tidak ada komentar :
Posting Komentar